Archive for November, 2007

Alhamdulillah….

Wednesday, November 28th, 2007

15.45 sambil nunggu janjian meeting disbuah mall yang besar, mewah, dan tergolong masih baru dikawasan bisnis jakarta, banyak pikiran yang tiba2 terlintas, dari seneng sampe perasaan capeek banget.

yaah, kalo gak diundang ma bos besar pemilik sebuah megaplex yang skarang lagi booming2nya dijakarta buat di’pamerin’ tempat barunya ini dan ngejaga tali silaturahmi yang udah terjalin lama….gak mau juga lah lia dateng ketempat yang gede ini sendirian, bingung lewat mana mana’nya dan gak ada pemandangan toko yang bisa dipake buat window shopping karena mang masih banyak yang belum buka.

sambil nunggu…ditemenin ma hot chocolate pastinya dan nachos dengan cheese’nya, ditengah hingar bingar yang ‘nanggung’ ini, tiba2 lia ngerasa harus nge’charge’ lagi perasaan syukur alhamdulillah lia terhadap smua yang lia dapetin sampai detik ini….

perasaan syukur alhamdulillah, untuk slalu dijaga menjadi seorang lia yang tidak ikut terombang ambing dengan hingar bingar kehidupan yang ada didunia ini, dengan melihat kenyataan banyaknya orang yang udah menjadi seseorang, yang diakui ato tidak telah diperbudak dengan yang namanya jaman ‘edan’…

Ya Allah..hamba bersyukur pada’Mu ya Allah…
karena terus menjaga lia, dan menempatkan lia disebuah keluarga yang memberi fondasi dan benteng yang cukup kuat untuk lia bisa menjaga diri lia menjadi lia yang seperti ini, yang tentu saja masih mempunyai banyak kekurangan…

dan rasa syukur ini lah,  yang membuat lia untuk berusaha selalu menjaga dan memperbaiki diri menjadi yang lebih baik..lebih baik..dan lebih baik …Amien…

Lia sedemikian bersyukurnya karena lia berada di sebuah lingkungan pergaulan yang beraneka macam, ragam seluk beluknya ;) tapi lia masih bisa menjadi seorang lia…

lia ditempatkan disebuah lingkungan yang bisa membawa kedalam sebuah lingkungan yang berdinamika dan beragam warnanya..lingkungan profesional, bisnis, akademis, khidupan para birokrat, pejabat dari segala lini yang ada, lingkungan ‘dalam’ yang penuh dengan tradisi yang cukup kental, sampai lingkungan si mbok yang bantuin drumah, pak kayat tukang becak lia dari jaman sd, pak tarsiman tukang kebon rumah, si tini anak slb yang lia ajarin baca tulis naik sepeda yang skarang udah jadi ibu rumah tangga, anak2 bentara kali code dengan kehidupannya yang keras (karena mereka lia sering dapet gratisan parkir di KFC yogya hehehehe),para jemaah masjid di bantul pasca gempa, mbak joyo tukang pijet ampuh, anak2 sayap ibu yang masih membutuhkan kasih sayang kita smua, lingkungan pergaulan semi bebas sampai yang udah gak ada rem’nya sama sekali dan masih buanyak lagi lingkungan dan lika liku kehidupan yang gak bisa lia sebutin satu-satu disini, karena sedemikian banyaknya yang akhirnya membuat lia beryukur, bersyukur dan bersyukur karena ini smua membuat lia smakin kaya dengan mengerti apa yang dinamakannya sebuah kehidupan…

ini smua’lah yang membentuk lia untuk menjadi lia yang tetap menjadi lia dimanapun lia berada..disituasi, kondisi dan keadaan apapun dan dimanapun lia berada…dan tetap menjadi lia yang alhamdulillah tidak terombang ambing untuk mencari sebuah identitas yang lain untuk merasa ingin diakui dan akhirnya gak jelas juntrungannya…Lia adalah lia dengan semua paket yang ada didalamnya…

Alhamdulillah ya Allah….lia diberikan kekuatan dan menjadi diri lia yang seutuhnya yang tidak pernah malu sedikitpun untuk menolak dan menjaga diri lia dari semua pengaruh kehidupan yang ada…

Wine, rokok, alkhohol, drugs, kehidupan malam, pergaulan bebas..dan segala macam bentuk yang ada yang selalu ingin diikuti oleh individu yang merasa ingin diakui ..namun alhamdulillah..lia tetap menjadi lia yang yakin dengan apa yang lia yakinin dan menjaga lia untuk menjadi tetap seorang lia…   

semua ini adalah hanya perwujudan syukur lia terhadap apa yang ada dalam kehidupan lia…semua kembali kedalam individu masing-masing…karena yang maha adalah Allah SWT, dimana kita tidak bisa menilai kehidupan orang lain, tidak bisa menilai jalan dan apa yang ada di orang lain…

kita hanyallah manusia, yang diberi amanah untuk menjaga, menyayangi apa yang telah diberikan’NYA kepada kita dengan segala tuntunan dan petunjuk yang ada…untuk selalu ada di jalan’Nya….

16.45 WIB, adisucipto

Monday, November 19th, 2007


P : mau kmana?
L : mau balik jakarta mas…
     mas gmana? sehat kan? abis nikahannya dek bunga…kok gak dateng c mas? tadi      lia udah pamitin ma semuanya kok tapinya…
P : mmm, iyaah..bapak kan dijakarta, aku tau ndiri kamu keadaanya gak   

     mungkin…ya biasalah…kamu kan udah tau aku gmana sakitnya…negh…
     (Ya Allah pada saat itu juga  aku megang tangannya dan keadaannya masih
      sama..berkeringat, gemetar….ya Allah….)
P : kamu gimana sekarang…kerjaan? baik2 aja kan?
L  : Insya Allah baik kok mas
P  : Bapak mama gmana ny? baik aja kan smuanya?
L  : Iyah, alhamdulillah, cuman bapak agak kurusan, kecapean kali’ mas…
P  : Syukur kalo gitu…
L  : mas, lia dapet undangan dari V, dia nikah dan ada upacara siraman gitu di P, 
      gmana ya mas….
P  : Udah akh…gak usah dateng yahh…biarin aja…tau ndiri kan ntar keadaan di P
      kayak apa….’wong ijin make’ tempat aja gak ada, pasti
      kacau…gak usah….yaaah…kamunya juga kasian, mahal bolak balik…
L  : iyaah..
P  : Ya udah gih ny…pesawatnya udah mau berangkat kan? udah maem belum tadi?
      maem dulu, ntar sakit..
L  : Iyah, gak pa2..udah kok…udah maem…kita nunggu kanjeng gusti turun
      pesawat sekalian yaaa.
P  :  Iyaah…

setelah itu gak ada pembicaraan lagi, kami berbicara dengan hati, karena insya Allah lia dan pangeranku bisa sama2 saling merasakan apa yang kami rasakan pada saat itu…dan sampai akhirnya  pangeranku antar sampai pintu keberangkatan dengan sesekali ada pembicaraan yang ‘canggung’ tentang keadaan kami masing2….

dan pada saat itu lia merasakan semua yang sama…kehangatannya, ketenangannya, kepeduliannya, perhatiannya….rasa sayang itu pun lia lihat dimatanya…dan bisa lia rasakan semuanya masih ada.

Ya Allah…..ada apa sebenarnya dibalik smua cerita yang lia gak tau ini…knapa semuanya kemudian berakhir ? kesalahpahaman, fitnah dan cerita yang gak benar? Ya Allah…smuanya kupasrahkan kepada’Mu, berillah hamba petunjuk’Mu ya Allah…

akhirnya karena gak tenang dengan keadaanya yang belum membaik, lia sms’ pada saat akan boarding…" mas sehat yah, insya Allah besok lia kirimin buku kuda’nya…"

Tuesday, Nov 6th, 2007

Wednesday, November 14th, 2007

From: "Erwin Arianto"

Date: Tue, 6 Nov 2007 08:35:22 +0700

Subject: [Manager-Indonesia]

———————————————————————————————————

Bersyukurlah dan berbahagialah

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang
menarik.
Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada
murid-muridnya di depan kelas.
Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.

" Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di
sini.
Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ?
Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ? "

Murid-murid tampak saling pandang.
Terdengar suara lagi dari Pak Guru,
" Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian …"

Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu
menunjuk pada seorang murid.
" Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ?
Berbagilah dengan teman-temanmu …"

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid,
" Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya.
Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya
impikan selama ini."

Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu.
" Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa
mengalahkan kebahagiaan itu !"

Pak Guru tersenyum.
Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya.
Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir.

Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil.
Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri.
Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung.

Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka
dapatkan.
Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang.
" Pak Guru … Pak, saya belum bercerita."

Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil.
Matanya berbinar.
Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar
yang mereka punya.

" Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua,"
ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu.

" Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?"
ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.

" Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah …
saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari
yang lalu."

Sesaat senyap.
Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu.
Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar
cerita itu.

Dari sudut kelas, ada yang berkomentar,
" Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon.
Buku Telepon ?
Betapa menyedihkan … hahaha …"

Dari sudut lain, ada pula yang menimpali,
" Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam
itu ?"

Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan.
Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.

" Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya.
Silahkan teruskan, Nak …"

Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara.
" Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan.
Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik.
Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah.
Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi."

Matanya tampak menerawang.
Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.

" Tapi, kini Papa telah berubah.
Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya.
Sayang, semua itu tidak butuh waktu dan usaha.

Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat
bekerja.
Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa
saya.

Dan kini, Papa berhasil.
Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami.
Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi."

" Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon ?
Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa
untuk terus berlari.
Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi.

Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang
dingin.
Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan
keluarga-keluarga lainnya."

Matanya kembali menerawang.
Ada bulir bening yang mengalir.
" Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti …"

Kelas terdiam.

Pak Guru tersenyum haru.
Murid-murid tertunduk.

Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan.
Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan
kebahagiaan.

Mereka juga belajar satu hal :
" Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan
orang lain.Sekecil apapun …Sebesar apapun …"

Aryaduta 506

Sunday, November 11th, 2007

Sbenernya gak nyambung langsung dengan judul diatas dengan
apa yang mau lia tulis di blog ini, tapi lumayan lah, sebagai media yang akhirnya lia bisa ngrasain ini smua……dan,  ya memang inillah Lia… 

Lia yang kecil, selalu senang bercerita (panggilan baru bapak Noor,Candy.hihihi)…lia yang
selalu berusaha untuk menganalisis, mencari tau sedetail mungkin, sampai akhirnya
bisa sakit sendiri klo gak kesampaian jawaban yang sebenernya…Dari siapapun
juga, pangeranku sampai saat ini..Dia pun heran….
"dduhhh kamu thu’….bisa-bisanya memikirkan sesuatu,
menyiapkan sesuatu, dan memperhatikan sesuatu sampai sedetail mungkin…sampai
sekecil2nya…."
Hihihihihi….ya gmana lagi? klo sesuatu hal yang ada dalam hidup lia, baik itu bikin
lia seneng ato sedih, maka lia akan perhatikan dan maksimalkan semua itu..tapi,
klo udah gak seneng…ya wassalam d…tapi kok jarang yaa ?!@#$%^

Klo Papa sering bilang …begitu beliau tau
lia suka banget nonton film dan bisa seharian dikamar nonton film dari dulu, ditambah
sangat tertarik ma yang berhubungan dengan film2 di pengadilan atau film2 yang
ada kasus2nya gt……akhirnya sering keluar komentar dari papa….“knapa sih
yang’, kamu gak ambil hukum aja..kamu thu anaknya gak bisa terima apapun,
sbelum kamu yakin bener,  itu bener ato
salah, selalu ‘ngeyel’ (gak bisa nurut), selalu berargumen dan gak bisa terima langsung
pendapat dan omongan orang ……ditambah lagi, papa dirumah sering cerita klo
ada beberapa kasus yang ditangani, lia langsung kasih pandangan lia tentang
kasus itu sampai detail…sampai pembicaraan pun akan berhenti dengan
permintaan lia “pah, lia sekolah lagi yaah, ambil LL.M  d“…hahahhahaha…..diem
deh si papa. Karna kbingungannya….. "knapa pengen sekolah terus sih yang’…kapan
nikahnya…? ntar klo udah nikah, baru boleh sekolah lagi
d…."  yaaaah dbilang gt….lia malah
jadi males d sekolahnya lagi …

Back then kepada
cerita yang sbenernya mo dcritain, …
Kmaren 2 hari,  lia ada di Pekanbaru, nikahan my sister (dia
sih lebih seneng dianggep soulmate, bhubung tanpa janjian kami sering banget
punya barang yang sama dengan skian banyak pilihan yang ada…..hihihihi ) mhel
–bang harie…

Nikahan yang
alhamdulillah semuanya berjalan lancar, dan memberikan sesuatu yang baru…lia
jadi tau adat pernikahan yang gak cuma adat jawa…tapi sekarang lia tau yang
namanya adat melayu.

Dijemput
sendiri ma si pengantin cowboy (istillah yang mhel pake untuk dirinya)…membuat smunya semakin heran, pengantin2 masih bisa
jemput lia di airport dan jalan ma lia buat nyiapin smuanya….knapa gak diem dirumah, yang biasanya kita tau, pengantin yang duduk dan diam manis dirumah, tanpa
melakukan apapun juga…tapi ya beginillah mhel…

Dari airport,
kami langsung cek lokasi dan persiapan resepsi…
bunga2 yang maha gede dari
pejabat2 kelas tinggi ada, yang baru lia liat saat itu juga, udah bejejer banyaknya
disepanjang jalan, dan dhalaman loby hotel aryaduta yang notabene tempat resepsi
akan berlangsung esok harinya…

Setelah cek
lokasi, kami pun check in di kamar 506 buat nyiapin dan beresin barang bawaan
yang ada…sambil makan pisang plus resoles dan segelas fruitpunch…. sambil
makan, cerita dan gak henti2nya lia ngliat dan bisa ngrasain betapa bahagiannya
‚soulmate’ ku ini….sms dan telp dari dia pun selalu ada untuk meyakinkan
keadaanku, untuk menanamkan terus apa yang dia rasakan….(.always…and
always…)

Setelah smuanya
beres, lia benahin persiapan buat besok. Kebaya, kain songket, selop dan baju2
yang lia bawa….and finally done.

Akhirnya kami
pun langsung beranjak lagi pergi kerumah mhel buat nyiapin dan ambil baju
resepsi…dan betapa senengnya lia, begitu nyampe rumahnya, lia liat tarian dan
upacara adat ala melayu yang katanya,  mereka akan terus menari sampai jam 12 malam. Padahal
jam saat ini masih menunjukkan jam 7 malam…
waaaah…hebatnya orang2 ini
yaaah…Tapi mang rancak banar musiknya, semua terlihat semangat menari dan tertawa bahagia..…dan sekali lagi lia mengagumi  Indonesia tercintaku ini, yang sangat kaya dengan keanekaragamannya….

Setelah semua
beres, kami kembali khotel dan dsambut dengan sekotak spagheti dan sekotak
chicken wing dan berjuta2 cerita dari nella dan yossi tentang pengalamannya
malam ini…

Hahahahhaa….denger
semua cerita’nya…lia merasa hidup lia semakin kaya…dan lia semakin inget
dia, yang semakin membuat hidup lia smakin kaya, dengan membawa lia kepada sebuah
kenyataan yang lain, kehidupan yang lain…dan subhanallah, lia bersyukur
kepada’Mu ya Allah…telah memberi kelengkapan hidup ke lia….tentang berbagai
macam kehidupan….yaah, mungkin inilah lia yang mereka liat…yang tanpa ada
ketakutan sedikitpun untuk melepaskan lia dimanapun, lia akan bisa survive dan
terus hidup dan menghidupi sekitarnya…amien…. 

Yaaah….twentysomething kayak lagunya jamie cullum lia
bilang ke mereka….tapi inillah hidup, dan ini yang harus kita jalanin, dan
kita alamin….
Kami pun tertawa karena saling menyadari apa yang sudah
kami alamin dalam hidup ini…malam bahagia mhel bersama kami. Lia liat dia
senyum yang gak pernah berhenti, nunjukkin ke kami, bagaimana bahagia hidupnya
dikelilingi sahabat dan orang-orang yang disayanginya…love u too dear…

Dan akhirnya, smakin lama, lia smakin ’galak’ minta mhel
buat tidur, dan nella, yossi pun buru2 pulang, karena memang udah jam 12 malem…
Setelah beres2 smua, lia liat mhel tidur dengan
nyenyaknya menyambut hari esoknya…

dengan mhel disebelah lia, menanti hari esoknya, disisi satunya lia pun bicara dan ada untuk dia. Karena
dari sore, lia lama gak ada buat dia, dan nada protespun sedikit keluar (maaf
yaah..)

Dalam pembicaraan kami, dia khawatir dan
memastikan keadaan lia. Dan skali lagi dia selalu dan selalu ingin mengingatkan
ke lia, perasaan apa yang dia miliki, apa yang akan dia bawa untuk lia,
bagaimana hidup yang dia inginkan dan akan dilakukannya…. (read: I can
deliver to you what I promised you) , dengan selalu meyakinkan dan menguatkan
apa yang kami miliki….

Yaaah, dengan ngliat mhel tidur di kamar 506 ini, lia jadi mikirin dia, inget dan semakin bisa ngelihat, gimana besarnya sayang yang dia miliki untuk lia, bagaimana berubahnya  dia tanpa ada sedikitpun permintaan itu dari lia bahkan lia sering protes dengan apa yang  dia lakukan, bagaimana dia bisa menjadi orang yang kadang orang lain pun merasa tidak mengerti, bagaimana bia perubahan hidup yang sedemikian drastis ada dalam hidupnya…

ya..karena sekali lagi dengan apa yang selalu dia bilang…" semakin lama aku kenal dan tau kamu, semakin tau apa yang aku mau, dan aku tau tujuan hidupku apa…naik turunnya kehidupanku saat ini, adalah hal yang nyata. Aku bisa merasakan sakit, seneng dan bahagia…yang benar2 nyata bisa aku rasain dan dapetin karena kamu….dan baru saat ini aku tau, skala prioritas yang ada dalam hidupku…aku bener2 merasa hidup ma kamu…Semua menjadi jelas dan nyata karena kamu…"

Inillah yang membawa lia dalam perasaan, membawa lia dalam sebuah fase kehidupan yang baru lagi…lia yang ternyata masih bisa membawa arti dan hidup seseorang menjadi berarti setelah apa yang terjadi dalam hidup lia selama ini….apakah ini jalan dan amanah dari Allah SWT yang diberikan kepada lia?

Apa yang ada dan lia lakukan selama ini, hanyallah berusaha menjadi yang terbaik dalam hidup ini…berusaha untuk menguatkan, menunjukkan ‘arah’ mana yang terbaik , karena lia pun masih belajar dan akan terus belajar, untuk menjadi orang yang baik dijalan Allah, dan menjadi manusia yang dapat memberi arti kehidupan…

Dalam perasaan diam dan  belum bisa menjanjikan apa2, bahkan dengan keyakinan dan apa yang lia rasakan dan tau untuk semua yang ada dan kami miliki….Subhanallah, Allah memberikan dia yang bisa mengerti dan tau keadaan lia saat ini, dan mau yang terbaik untuk lia…

Ya Allah, lia sebagai makhluk’Mu hanya bisa menyerahkan dan pasrahkan semuanya kepada’Mu…