Archive for December, 2007

…. - Now

Monday, December 17th, 2007

Baca filosopi
kopi, jadi keinget dan pengen cerita tentang seorang D yang cukup lama lia
kenal dan ditambah dengan berbagai macam celotehan bermutunya pada saat itu
tentang sebuah dimensi waktu yang saling tarik menarik yang akhirnya membuat aku
tertawa dan semakin kagum dengan sosoknya..karena apa yang D bilang pada saat
itu memiliki kandungan konsep yang sama  dengan
sebuah buku yang lagi jadi best seller sampai detik ini The Secret.

Beberapa tahun
yang lalu kami bertiga (D, P, dan lia) makan disebuah tempat yang saat itu
masih enaaak banget. Karena masih asri, ada bunyi sungainya, makanannya pun
masih sedep banget (bahasa jawa’nya makanan yang merasuk bumbunya…) kami duduk
diamben, pesan dan akhirnya nunggu makanan, kami pun bercerita tentang banyak
hal. Tentang impian kami masing-masing, tentang tujuan hidup kami, dan lia
cukup bangga karena menjadi saksi dari keberhasilan mereka.

Banyak yang
sudah mereka alamin saat ini, mungkin gak cuma mereka, tapi banyak yang sudah
terjadi dalam hidup kita semua hingga saat ini…banyak rencana D’ dan P yang
akhirnya  saat ini terwujud dengan jalan
dan cara yang lain. Dari yang waktu itu D dan P berjanji, kalo 7 sampai 10
tahun mendatang mereka tidak mendapatkan pasangan, maka mereka akan menjadi
pasangan, sampai janji P yang tetap akan tinggal diyogya, walaupun kariernya
akan lebih baik dijakarta, dan berbagai macam hal yang saat ini telah terjadi….
 

Jalan hidup
yang telah mereka lalui selalu menjadi sesuatu yang menguatkan lia untuk
melakukan apa yang lia yakinin, untuk berbuat sesuatu yang terbaik. Sampai detik
ini pun P dan S istrinya (yang pastinya bukan D), masih sangat marah kalo lia
membuat sebuah keputusan yang selalu terkesan berkorban ‘bodoh’ istilah mereka berdua tanpa
memperdulikan apa yang lia miliki dan apa yang bisa lia lakukan…(Love U…and
rangga and his little brother) dan sampai detik ini pula, mereka akan selalu
meminta lia untuk bisa meng’evaluasi dan cek2 dulu siapa yang akan jadi pendamping
lia nantinya….hahahahaha, dunia dengan
segala isinya adalah sesuatu yang penuh misteri yang kita ada didalamnya untuk
lebih memberikan makna…

P bertemu
dengan istrinya S pun, alhamdulillah lia kembali yang jadi saksi hidupnya
mereka bisa seperti saat ini. Saat P bingung dan merasa lia harus tau dan kenal
S sebelum P memutuskan (S sampai datang keyogya untuk ketemu lia salah satunya
) dan akhirnya lia sangat bahagia melihat P sekarang yang mau gak mau ‘teracuni’
dengan baik oleh S yang mempunyai pola pikir dan tujuan yang sangat
bertentangan dengan apa yang P inginkan dan janjikan dulu untuk tetap hidup dan
berkarier diyogya. P dan keluarga saat ini tinggal dijakarta, dengan kondisi
yang terbaik, anak2 yang lucu (ranggaa’…tante bu’buuu kangen…) dan kehidupan
yang terbaik.

D pun akhirnya
bertemu dengan pasangan jiwanya . Kami tetap berhubungan dan lia
tau, D dan M pun telah hidup bahagia, menjalani kehidupan yang mereka yakinin, anak
yang lucu dan cerdas, dan memiliki kehidupan yang terbaik dengan berbagai macam
karyanya yang sampai saat ini lia masih bisa sangat merasakan, waktu itu. dan setelah lia ketemu M, ternyata pola pikir dan cara pandang mereka pun sama.

Dan dari kesemuanya ini, lia semakin bersyukur Alhamdulillah, lia bisa bertemu dan bisa belajar dari
orang2 yang hebat. Dimanapun, siapapun dan dalam keadaan apapun, kita akan
selalu bisa belajar, dan belajar untuk lebih melihat dunia ini secara utuh. Untuk
melihat dengan mata hati dan pikiran kita.  kita bisa mendengar, berdiskusi dan bicara tentang
apapun dengan mereka, dan ya inillah yang namanya dunia dan kehidupan dengan apa
yang sudah Allah rencanankan untuk kita. Kita hanya bisa berencana, tapi Allah
yang tau apa yang terbaik untuk kita. setelah lia ingat semuanya, dari kejadian demi kejadian, pengalaman demi pengalaman apa yang terjadi dalam hidup kita, semuanya saling berkaitan dan saling mendukung untuk mencapai yang terbaik menurut Allah.  Dan apa yang kita alamin di masa lalu,
adalah yang membawa kita pada saat ini. Karena tanpa masa lalu, kita tidak akan
pernah ada saat ini….

Heaven Help…

Monday, December 10th, 2007

There comes a time
To be free of the heart
I wanna be ready
Ready to start
On a love journey
Got places to go
Made up my mind
And I have got to let you know

Heaven help the heart
That lets me inside
Heaven help the one
Who comes in my life
Heaven help the fool
That walks through my door
cause I decided right now
Im ready for love

A funny feelings coming
Over me
Now Im inspired and open to being
In a love place
But its out of my hands
Im telling you baby that you got to understand

Heaven help the heart
That lets me inside
Heaven help the one
Who comes in my life
Heaven help the fool
That walks though my door
cause I decided right now
Im ready for love
Ready for love

I cant see whats out there for me
And I know love offers no guarantee
Ill take a chance and im
Telling you something babe
I got to let you know

Heaven help the heart
That lets me inside
Heaven help the one
Who comes in my life
Heaven help the fool
That walks through my door
cause I decided right now
Im ready for love

Ready for love
Take a chance
Take the chance on love
The heart, the fool

Have I ever killed someone else’s soul?

Thursday, December 6th, 2007

From: "Budi Sujanto"

Date: Thu, 6 Dec 2007 14:34:06 +0700

Subject: [indomobil_clubbers_and_partygoers]
Fw: Have I ever killed someone else’s soul?
—————————————————————————————————————

Hmmm…How about me? Have I ever killed someone else’s
soul?
Thanks to the one who had written this article…

Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu
kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di
sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di
Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya
sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon.
Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan
apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat
kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya
pohon itu mati.
Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan
berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.

Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan
penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan
berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka
lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat
puluh hari.
Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang
diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai
mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga akan mulai
rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan
mudah
ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk
primitif ini sungguhlah aneh.
Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang
dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti
pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan
rohnya.

Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan
mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari
dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon
ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas,
ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak
kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang
mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ? Ayo cepat !
Dasar leletan? Bego banget sih. Hitungan mudah begitu
aja nggak bisa dikerjakan? Ayo, jangan main-main
disini. Berisik ! Bising !? Atau, pernahkah Anda
berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka
membuat Anda jengkel ? Kenapa sih makan aja berceceran
? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa
sih jarak dekat aja minta diantar ? Mama, tolong nggak
usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin Anda pun
berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena
Anda merasa sakit hati?Cuih! Saya nyesal kawin dengan
orang seperti kamu tahu nggak!Iii!Bodoh banget jadi
laki nggak bisa apa-apa ! Aduh. Perempuan
kampungan banget sih !?
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya?
E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu
mulai akan jadi pinter? Atau seorang atasan berteriak
pada bawahannya saat merasa kesal, ?E tahu
ngak ? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak
bakal nyesel. Ada banyak yang bisa gantiin kamu? Sial
! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu?

Ingatlah ! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang
karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka
ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk
kepulauan Solomon ini.
Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai
berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang
kita cintai. Kita juga mematikan roh yang
mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang
kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan,
pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan
hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara
baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa
yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam
kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita
berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh
jaraknya, bukan ?
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan
emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak
mereka hanya beberapa belas centimeter.
Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara
fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begitu
jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun
mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang
dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam,benci atau
kemarahan yang dimiliki.
Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin
membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap
ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh,
berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan
teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin
segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan
Anda, selalulah berteriak.
Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima.
Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan
mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang
damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai
tujuan kita.

Sumber: N/A

my lovely shasha…

Wednesday, December 5th, 2007

"Halo nte’
iyaaa’…lagi ngapain? gimana kerjaan? Tawaran yang kemaren diambil aja lah ya’,
daripada bingung. Besok2…kamu kan jadi ibu rumah tangga juga, ngurusin ngurusin anak, ngajarin anak belajar buat
ulangan…kayak mas wija ni lho,ngajarin mbak shasha yang besok mau ulangan umum, jadi gak usah terlalu lama nimbang2nya lah…yaaah”

Spontan aku ketawa’
bareng ma mbak ovi yang selalu mengeluarkan kalimat sindiran untuk suaminya
tercinta, gara2 suaminya yang selalu susah dan selalu ‘kurang diterima’ ma mbak
shasha kponakanku itu, disaat harus ngajarin sesuatu,khususnya pelajaran
sekolah.tapi jangan tanya’ untuk hal lain…maka bapaknyalah yang jadi idola mbak shasha

Tiba-tiba diseberang
udah terdengar suara mbak shasha’..: “ halo nte’ iyaaa’…tadi ibu bo’ong…yang
ngajarin aku thu bukan bapak lho…tapi ibu. Bapak sekarang baru baca buku ma
tiduran…nte’..mbak shasha kangen tante’…”

 Lia : Hehehehehe….iya
mbak shasha’…tante kangen mbak shasha juga, Love you dear… sekarang belajar
yah, biar besok ulangannya bisa…ok?…

Shas : ok….Love you
nte’…and miss u so much…

Dan telpon pun
beralih lagi ma mbak ovi yang tiba2 cerita, udah sedikit nyerah ma mbak shasha,
yang mulai complain dan curhat tentang les piano’nya….

Mbak Ovi : Aduh
ya’…aku gak bisa neh ngajarin shasha…tangan kirinya shas kurang lincah. Tangga
nada yang waktu itu kamu ajarin, shas udah lupa smuanya…mpe’ gurunya, katanya
suster udah sedikit nyerah, gara2 diajarinnya susah banget. gmana ya yak’….kayaknya
lebih bisa kamu deh yang ngajarin shasha….dateng kerumah yaah, please ajarin
shasha main piano’nya…

Lia : “mang kenapa
mbak, skarang shasha udah diajarin apa? Masih tangga nada yang dulu atau udah
nambah lagi?’…

Mbao Ovi : “ya itu
ya’…mpe bingung aku. kok gak nambah2 yaaah? kmaren shas udah bilang juga ke aku
….aduh ibu…mbak shasha berhenti aja ya les piano’nya….mbak shasha mau les balet
aja kayak tante iya’ dulu.

aduuuwhh…tau ndiri
shasha…mau apa aja yang kamu bisa. Dulu piano, pengen les gara2 liat kamu main
piano, sekarang udah les piano jadi minta les balet juga….kan gak tega aku,
shasha kaku banget ya’ gak luwes (lincah)….

Kami pun spontan
ketawa bareng lagi….kalo udah ngomongin “anakku” shasha yang atu’ itu mang
udah susah…smuanya, dia banyak maunya sama kayak tante’nya  

Padahal dulu waktu
kecilnya, shasha termasuk anak yang pendiem..suka’nya liat buku dan gambar.
Lebih seneng megang buku daripada boneka ato mainan cewek lainnya.

Tapi sepulangnya
dari US, smuanya berubah. Shas ajdi shasha yang sangat aktifdan lincah, gak pernah
bisa diem…maunya banyak…suka’ ngobrol dan cerita segala macem, dewasa dan
sangat pengertian. diajak ke toko buku, dia langsung tau buku apa yang dia mau…Princess
dan kawan2nya kegemarannya shasha…tapi jangan salah harry potter’pun dia bisa
cerita banyak, mpe oom’nya terheran2 ngobrol dan cerita banyak ma shasha 

Tante, budhe,
eyang, sepupu, sodara mpe bibi yang bantuin dirumah pun, begitu ngliat shasha sekarang
smuanya langsung bilang…bener2 duplikatnya eyang uti’ ma nte’ iya’nya …bukan
mirip bapak ato ibu’nya….bibi yang gak bisa ngomong bahasa inggris diajaknya
ngomong, dan begitu tau si bibi gak bisa ngomong bahasa inggris, ma shasha
langsung diajarin, dan akhirnya bikin kita yang ada dirumah ketawa’ gak ada
abisnya… 

Dunia anak kecil
memang dunia yang selalu menghibur lia…Dari kecil sampai sekarang gak pernah
abis dan berhenti lia buat ngomongin anak2…

bagaimana
perkembangannya, lingkungannya, pola didiknya, dan berbagai macam hal yang
berkaitan dengan anak2 akan selalu menjadi perhatian yang sangat besar buat
lia… 

Belajar dari punya
kponakan pertama “Branita Shandini wijayanto”…lia mengawali pembelajaran dunia
nyata, bagaimana perkembangan anak dan apa yang bisa mempengaruhi
kehidupannya…dari shasha masih bayi, mbak ovi harus jaga di RS, lia pun belajar
untuk selalu memenuhi kebutuhan shasha…sampai sekarang, mbak ovi pun akan
menjadikan lia salah satu sparing partner untuk bicara dan membicarakan perkembangan
shasha. Apa yang terbaik dan bagaimana shasha selain dengan suaminya pastinya……semuanya
kami bicarakan, dan akan nyambung lagi ke masalah anak2 

Jadi keinget juga
akan TK ‘P”, dimana pembelajaran dunia yang nyata akan perkembangan anak2 yang
lebih besar. TK keluarga pangeranku yang dibuat untuk masyarakat sekitarnya,
dan anak para abdi dalemnya yang kurang terawat pada saat itu.

Alhamdulillah
begitu ada rezeki dan lia dapet bantuan dari temen2 yang ada dibelanda, kami bantu
sedikit demi sedikit untuk membuatnya memenuhi standart TK yang ada dan lia
bisa sangat bahagia, begitu melihat anak2 bisa terjamin dan mendapatkan
fasilitas yang memenuhi standart belajar mengajar di TK itu. Bicara dengan
gurunya yang bekerja dengan cara mengabdi tanpa mendapatkan tunjangan yang
sesuai untuk ukuran seorang guru TK, lia banyak belajar, bagaimana kompleksnya
mempunyai sebuah tempat yang menjunjung tinggi amanah dari setiap orang tua
yang ada, dan amanah dari Allah SWT, untuk mendidik dan membentuk makhluk yang
dari tidak tau apa2, bersih, putih… menjadi sebuah bentukan yang baru…menjadi
manusia yang berkembang 

Hhhhmmm…semoga
masih ada orang yang bisa peduli dengan TK itu..karena masih banyak pembenahan
yang harus dilakukan disana sininya… 

Anak2 adalah amanah yang diberikan kepada kita..
Anak2 akan menjadi manusia yang berkembang
Pembentukan anak dari lingkungan sosial terkecil adalah
keluarga..
Anak dibentuk dan belajar dari nol…dan dari kitalah
yang ada di lingkungannya, yang memberikan bentukan pertama, kepada anak2
kita….
Lingkungan berikutnya adalah pre school, taman
kanak2…dimana disini anak2 akan lebih banyak dibentuk dan belajar akan
sesuatu yang lebih kompleks lagi…

Maka di jenjang inillah lia lebih merasa concern, harus
lebih selektif dan hati2…apa yang akan dimasukkan, diajarkan dan diketahui
oleh anak2 kita nantinya… 

Inget waktu shasha pertama kali menginjakkan kakinya
dilingkungan sosialnya yang lebih besar Pre school. Pada saat itu, mbak ovi dan
lia sangat hati2 dan sangat memperhatikan apa yang mereka ajarkan, bagaimana
cara mereka mendidik, bagaimana mereka menanamkan dan mengajarkan nilai2 yang
terbaik untuk shasha….mbak ovi adalah seorang dokter yang sangat sibuk pada
saat itu, mengemban tugas yang mulia untuk menolong sesama..sehingga waktu untuk
shasha sedikit lebih kurang daripada lia yang pada saat itu waktunya lebih
fleksibel..Sepualng kuliah, lia jemput shasha…lia liat perkembangannya, lia
tanya ke guru’nya…dan begitu terus menerus..kadang kalo lia siaran,
pangerankulah yang akan menjemput shasha, dan menggantikan posisi kami, untuk
tau perkembangannya.Tidak ada satu waktu pun yang kami biarkan, untuk tidak
bertanya ke gurunya, mengenai perkembangan yang dialami shasha setiap harinya..

Selain menanyakan terus menerus perkembangan shasha, yang
kami lakukan mengevaluasi apa yang sudah shasha dapatkan disekolah, dengan
menanyakan dan ngobrol apapun…contohnya meminta shasha untuk mempraktekkan
nyanyian apa yang ada. Dan untungnya, sistem sekolah itu sudah lumayan bagus,
karena ada buku monitoring yang bisa kami gunakan untuk mengevaluasi setiap
perkembangan yang ada. 

Yaah…kami katakan sekolah itu lumayan bagus karena,
sistem dan pemilihan guru2 yang mengajar disekolah itu, semakin lama kami
sadari tidak memiliki sebuah standart yang terbaik, dan tidak membawa kemajuan
yang sangat berarti untuk shasha. Banyak kemajuan shasha yang berhasil kami
ajarkan dirumah, bukan disekolah…shasha bahkan sempat berpindah sekolah, ke
sekolah yang kami harapkan memiliki system yang lebih baik. Tapi tetap saja
kami heran. Dengan jumlah rupiah yang cukup besar kami bayarkan, tapi sekolah
itu masih kami anggap masih kurang memiliki sistem yang terbaik dengan melihat
perkembangan dan perbandingan yang ada.

Yaah, alhamdulillahnya cukup satu tahun aja shasha
sekolah diIndonesia, dan akhirnya dia berangkat ke US, dengan bapak ibu’nya.
Yang hasilnya selama shasha sekolah di sana, mau gak mau,harus kita acungi
jempol untuk sistem pendidikan yang mengajarkan anaknya untuk berpikir kreatif,
berani mengemukakakn pendapat, dan banyak hal positif yang tertanam di
shasha…selain pastinya dari bapak ibunya dan lingkungan positifnya yang bisa
membentuk shasha menjadi gadis cilik yang cerdas, pintar, sholeh (shasha sholat
lima waktu…
J), berbakti dan
sangat mengerti orang tuanya…

Love u my little
princess…and Allah always be with U dear….