Have I ever killed someone else’s soul?

From: "Budi Sujanto"

Date: Thu, 6 Dec 2007 14:34:06 +0700

Subject: [indomobil_clubbers_and_partygoers]
Fw: Have I ever killed someone else’s soul?
—————————————————————————————————————

Hmmm…How about me? Have I ever killed someone else’s
soul?
Thanks to the one who had written this article…

Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu
kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di
sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di
Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya
sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon.
Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan
apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat
kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya
pohon itu mati.
Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan
berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.

Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan
penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan
berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka
lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat
puluh hari.
Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang
diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai
mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga akan mulai
rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan
mudah
ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk
primitif ini sungguhlah aneh.
Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang
dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti
pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan
rohnya.

Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan
mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari
dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon
ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas,
ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak
kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang
mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ? Ayo cepat !
Dasar leletan? Bego banget sih. Hitungan mudah begitu
aja nggak bisa dikerjakan? Ayo, jangan main-main
disini. Berisik ! Bising !? Atau, pernahkah Anda
berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka
membuat Anda jengkel ? Kenapa sih makan aja berceceran
? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa
sih jarak dekat aja minta diantar ? Mama, tolong nggak
usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin Anda pun
berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena
Anda merasa sakit hati?Cuih! Saya nyesal kawin dengan
orang seperti kamu tahu nggak!Iii!Bodoh banget jadi
laki nggak bisa apa-apa ! Aduh. Perempuan
kampungan banget sih !?
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya?
E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu
mulai akan jadi pinter? Atau seorang atasan berteriak
pada bawahannya saat merasa kesal, ?E tahu
ngak ? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak
bakal nyesel. Ada banyak yang bisa gantiin kamu? Sial
! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu?

Ingatlah ! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang
karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka
ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk
kepulauan Solomon ini.
Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai
berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang
kita cintai. Kita juga mematikan roh yang
mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang
kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan,
pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan
hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara
baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa
yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam
kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita
berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh
jaraknya, bukan ?
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan
emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak
mereka hanya beberapa belas centimeter.
Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara
fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begitu
jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun
mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang
dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam,benci atau
kemarahan yang dimiliki.
Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin
membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap
ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh,
berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan
teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin
segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan
Anda, selalulah berteriak.
Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima.
Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan
mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang
damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai
tujuan kita.

Sumber: N/A

One Response to “Have I ever killed someone else’s soul?”

  1. Vicky Says:

    Nice article
    Five stars

Leave a Reply